-Menikahlah Maka Kau Akan Kaya-

-Menikahlah Maka Kau Akan Kaya-

Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang patut (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. 24:32)

beberapa statement yang sering banget gwe denger dari para laki-laki..

“Gimana yah, gaji gue cuma x… bisa nggak gue menghidupi keluarga gue?”
atau “Engga mau nikah dulu ah sebelum punya rumah dan gaji udah XXXX..”
atau “Ga berani nikah dululah, gaji baru XX.blom biaya nikah, blom uang belanja,sewa rumah, listrik,jajan anak.”
atau “Mau nikah klo yang lamar cwo yang berpenghasilan tinggil, punya rumah dan mapan.. etc” (ini pasti statement dari para wanita hehehhe)

Yaaa…Hidup itu pilihan sih dan semuanya juga perlu perhitungan yang matang tapi jangan dijadikan alasan utama untuk menunda.. karena alangkah baiknya klo dah punya niat baik dan niat menikah itu untuk ibadah jangan ditunda-tunda.. hehhehe (Sotoy.. soalnya keburu dilamar oranglain kata orang2 dulu mah). Tapi Percaya deh janji Allah diatas BENAR (QS. 24:32), asal ga pernah lepas ikhtiar dan doa.

Dari awal, sebenernya nggak begitu peduli dengan hal yang berhubungan dengan harta seperti ini. Kenapa? Karena inginnya membina sebuah keluarga yang bahagia. Dan bahagia itu bisa terjadi with or without money. Money will give us more options in life, but it doesn’t guarantee our happiness. I just want us together and felt the happiness I feel today.

Sebelum menikah, sebagaian besar kita semua adalah para lajang yang sangat tergantung dengan orang tua (langsung ataupun tidak langsung). Mungkin karena berpikir, orang tua Alhamdulillah masih banyak rejeki, dan masih ada mereka sebagai bank cadangan kita, akhirnya gaji/penghasilan kita pun dipake untuk berbagai hal nggak penting, boros, dan tak punya target.

Miraculously, setelah menikah biasanya Jalan rejeki tiba-tiba terbuka satu demi satu. Bahkan kami mengalaminya dari saat persiapan pernikahanpun jalan rejeki selalu terbuka dan dari tempat yang tak terduga (bonus,uang honor project,lemburan)  dan saat melihat laporan keuangan dan buku tabungan sampe sekarang jadi bengong sendiri. Gila, kok bisa yah kita sampai di angka segini ditabungan? Dari yang awalnya was-was dengan budget pernikahan yang terbatas (menghitung penghasilan kami yang konstan perbulannya) sehingga dari yang  konsepnya sederhana saja hingga akhirnya alhadmulillah berhasil melaksanakan pesta pernikanan yang lumayan layak dan cukup pantas bahkan bisa berbagi dengan sekitar dari hasil kami berdua.
Alhamdulillah.. , banyak banget kemudahan yang dikasih padahal baru mau melaksanakan pernikahan belum menikah loh! Ini nggak mungkin kalau nggak ada Allah’s power di balik semua ini!

After Merried?? Subhanallah, terlepas dari hadiah2 dari para saudara, sahabat dan teman, kami mulai mengatur keuangan berdua dan berjoin income. Hasilnya, wow, setelah dihitung.. jumlah yang kami tabung lebih besar totalnya dibanding jumlah yang bisa kita tabung saat masih lajang..

Knpa??coba hitung dan renungkan deh.. kami menyadari bahwa memasak di rumah itu jauh lebih hemat daripada makan di luar. Uang belanja untuk satu hari  kira2 bisa sekitar Rp 20.000-30.000 saja, artinya Rp.600.000 – 900.000 bisa buat sebulan makan enak dan sehat (plus buah). Bandingkan dengan makan di luar pada saat kami masih lajang.. sekali makan malam minimal 50ribu..ooo coba dikalikan setiap pertemuan..   *pingsan*

Dengan jenis penghematan seperti itu, uang yang berkali lipat lebihnya ini bisa kita belikan hal-hal produktif seperti furniture + tabungan rumah, dan lainnya!
Weiittzzz janagn lupa Zakat. Mesti punya penyaluran tetap per bulan dan secara konstan memberi di luar yang kami budget-kan.Memanjakan diri atau jalan2?? bolehlah, Cuma teteup uang sudah disisihkan untuk investasi agar mengurangi rasa bersalah saat belanja haha. Coba Bandingkan Dulu waktu masih single sih boro-boro mikir investasi, Ada yang bagus dikit beli, ada temen yang nawarin produk beli…hahahha #pengalaman pribadi
Dan sekarang gajiku naik 20% setelah sebulan menikah plus tunjamngan kesehatan yang naiknya 50%… hihihihi.Alhamdulillah…

The best part of it? Dengan bertemu setiap hari dan meluangkan waktu lebih banyak bersama (bandingkan dengan sebelum menikah, ketemuannya cuma sminggu sekali bahkan kadang 2 minggu seklai..sisanya by chat or phone), kita menjadi ‘kaya’ secara mental spiritual alias bahagia lahir batin. Kita nggak membiarkan pekerjaan mengganggu kenikmatan hidup.

So, hidup itu sebenernya ga perlu berlimpah harta dan berlebihan kaya, tapi merasa cukup, tidak neko-neko dan bisa berbagi dengan sesama sudah bisa dibilang kaya menurut saya. Yang penting jangan pernah membandingkan dengan kehidupan oranglain apalagi iri terhadap kekayaannya kecuali untuk motivasi, karena rejeki sudah diatur dengan takarannya masing-masing tergantung pula kita menjemputnya dnegan ikhtiar dan doa.

Now,I’m happy the way I am. I earn more than people I know. I have the best husband who cook, support and hold me in my sleep everyday. For me the grass is already greener on my side.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s