Full Time House Wife…

Gara-gara tau kabar dari seorang teman yang memutuskan untuk menjadi full time housewife dan membaca ceritanya yang sangat sukacita menjalani hari-hari menjadi istri yang berbakti penuh kepada suami.
Jadi membayangkan diri saya dirumah memasak makan-makan lezat, memanggang segala aneka kue dan full berinteraksi dengan anak-anak agar tidak melewatkan masa-masa perkembangan mereka…

well, bukannya saya ga berbakti yaaaa…
tapiii….saya selalu merasa kurang.
rasanya saya belum bisa melayani suami saya dengan baik.

memang sih setiap hari pasti dimasakin, dibawain bekal lengkap nan lezat (hweee…), sampe rumah masih disiapin dinner dan disiapin lain-lainnya..(hwee…lagi..),
tapiiii…..
rasanya ada yang kurang gimanaaaa gituuuuuu….
*sindrom pengantin baru?*
entahlahhhh….

pengen aja gituh..
stay at home,
konsen ngurusin suami n mulai program hamil.
setiap pagi bisa bikin sarapan sebaik2nya,
sambil nyiapin bekal seenak2nya,
trus sore bisa siap2 menyambut suami pulang.
hhhmmm…..

tapi ketika keinginan ini saya sampaikan ke suamikuh tercinta ituh…
beliau bereaksi begini: YAKIN KAMU BETAH DI RUMAH AJA?
hwhehehehehehehehehe….

ya iya sih..
lama-lama saya juga pasti bosen kalo ga ada kegiatan apa-apa.
makanya mungkin istilahnya bukan FULL TIME HOUSE WIFE kali yaaaa…
tapi lebih ke arah: BEKERJA DARI RUMAH.

masih bisa tetap bekerja,
mengembangkan diri,
tapi tetap bisa konsen ngurus keluarga.

walah….asyiknyaaa…

banyak sih beberapa temen yang banting sentir jadi wirausahawan.
baik secara on line ato memang toko beneran.
oh well, saya ga bakat dagang.
hweeee…

dan lagi, passion dan obsesi saya tetap mengajar..
saya cinta banged melihat muka anak-anak yang ‘menangkap’ apa yang saya ajarkan.
saya suka banged menyelami dunia mereka dan bisa terlibat di dalamnya…

Ada, solusi dan saran dari suami saya sebenarnya…
KULIAH (S2) lagi dan jadi dosen ditempat saya kerja saat ini…
atau ngambil Program Akta IV biar bisa ngajar jadi Guru SD seperti impian saya….

lalu?

susah sekali memulai langkah pertama,padahal support dan restu suami tercinta sudah ditangan…
banyak pertimbangan… inilah itulah..
Satu yang pasti, jika saya suatu hari nanti saya tidak bekerja..
saya harus jadi seseorang yang Ibu rumah tangga yang profesional
ibu rumah tangga yang punya profesi maksudnya… hehhehe
dibanggakan suami dan anak-anak kelak… (aamiiin..)

Tapi untuk saat ini, sepertinya kami memang masih diberi kesempatan harus mengumpulkan pundi2 untuk memenuhi beberapa rencana (sekolah lagi, ikut kursus masak, kursus kue, wirausaha… dll)
saya fokus dulu dengan bekerja dan berperan ganda sementara… Semoga berkah..
dan pada saatnya nanti, pada saat hadir si buah hati..
waktu saya akan saya prioritaskan untuk saya dan keluarga saya. aamiin…
semangat..semangat…
tidak ada kata terlambat.
Asal ada kemauan pasti ada jalan
Nothing is imposible…everything is possible if you believe in Alloh…. Let’s do it…!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s