Tolong jangan rusak Profesi sakti itu…

Guru .. Digugu dan ditiru..

Profesi yang sangat sakti bagi saya, sangat mulia dan menjadi kata suci bagi bangsa.. Guru/Pengajar/Pendidik/Dosen seperti halnya pahlawan, sebuah sebutan pahlawan bukanlah berarti sebuah pekerjaan. Sebutan ini lebih mengarah kepada penghargaan. Penghargaan karena loyalitas dan dedikasinya dalam bidang tertentu. Sehingga mereka dianugerahkan sebagai pahlawan. Ya, dianugerahkan sebagai pahlawan, bukan dipekerjakan sebagai pahlawan.

Jaman saya dulu hanya orang yang mempunyai hati nasionalisme yang ingin mencerdaskan bangsa yang jadi Guru/dosen. Karena jaman dahulu guru itu gajinya kecil, bahkan tidak dibayar. Namun mempunyai dedikasi penuh yang luar biasa.

Teacher-quoteBerbeda dengan keadaan sekarang, guru/Dosen telah menjadi idaman. Profesi guru/dosen, sekarang menjadi pekerjaan, bukan pengabdian dan amanat. Jumlah guru sekarang berlimpah, kualitas juga diatas rata-rata, tapi apakah semuanya mampu sepenuh hati berdedikasi dan rela mengorbankan waktu dan tenaga demi anak didiknya. sungguh miris melihatnya..

Menjadi Guru/dosen adalah panggilan jiwa. Pekerjaan yang satu ini tidak boleh anda jalanin tanpa panggilan jiwa, tanpa adanya penjiwaan terhadap pekerjaan ini. Sedih rasanya saat mendengar ada dosen yang memprotes atau bahkan memboikot untuk tidak mengajar dengan alasan honornya belum keluar/tidak dibayarkan karena memang tidak memenuhi kewajiban, atau tidak mengajar karena sibuk mencari tambahan pemasukan di luar.

Mengutip salah satu artikel yang pernah saya baca disalah satu blog (http://englishonline.blogdetik.com/2010/02/16/mendiknas-dosen-yang-penuh-dedikasi-tidak-mudah-didapat) yang bercerita tentang isi kuliah umum dari Bapak Menteri Pendidikan Nasional, Prof. Dr. Ir. Muhammad Nuh, DEA pada salah satu universitas diIndonesia.. Beliau mengatakan bahwa di Perguruan Tinggi yang paling mahal adalah dosennya, sebab dosen yang penuh dedikasi sangat tidak mudah didapat begitu pula dengan dosen yang berkompetensi. Perguruan tinggi yang bagus tidak mungkin terbentuk jika dosennya jelek.

Berkaitan dengan masalah kompetensi, pak Menteri menyebutkan bahwa salah satu yang bikin repot adalah dosen yang termasuk ke dalam golongan “Ignorant Society“, mereka yang tidak tahu bahwa dirinya tidak tahu. Mereka ingin selalu tampak pintar dan menguasai seluruh aspek bidangnya padahal yang mereka tahu hanya sedikit saja, sehingga seringkali mereka ngawur dalam memberikan pemaparan ketika ditanya hal yang mereka tidak tahu. Kita semua, dan khususnya para dosen, menurut pak Menteri, seharusnya termasuk kedalam Mastery Society, yakni golongan yang bukan saja tahu bahwa dirinya tahu, tetapi juga tahu bagaimana menerapkan ilmunya dengan baik.

Hhhhmmm…. saya setuju sekali dengan pendapat beliau, saya percaya bahwa masih banyak dosen yang termasuk kedalam golongan ‘Mastery Society’ diIndonesia ini..meskipun saya juga sering melihat status sebagai dosen tidak lebih dari sebuah profesi yang sebatas menjalankan kewajiban tanpa ada rasa tanggung jawab terhadap peningkatan kualitas pendidikan nasional… hehehe (semoga ini hanya sebagian kecil saja di Indonesia).

Untuk yang ingin berprofesi jadi Guru/dosen, jadilah guru/dosen yang memiliki jiwa mengajar dan jadialah seorang yang layak untuk ‘Digugu dan ditiru’ oleh para (maha)siswa.. karena seperti kata orang bijak terdahulu “Para guru/Dosen adalah Arsitek Jiwa Manusia”..  bukan tugas mudah tapi memiliki posisi yang amat mulia.

jika Anda tidak anda yakin bisa dengan syarat-syarat diatas, sebaiknya anda mengevaluasi ulang keinginan anda sebagai guru/dosen, sebelum ada pertanggungjawaban dari Yang Maha Kuasa nantinya…

Sekedar cerita, Saya sendiri dari dulu bercita-cita ingin menjadi guru SD, tapi niat tersebut saya urungkan..hehehe. Bukan karena gajinya lebih rendah dari pekerjaan saya yang sekarang ini loh.. atau bukan karena profesi tersebut kalah gengsi dengan profesi wanita karir.. bukan bukan itu alasannya..

Menurut saya profesi tersebut sangat sakti dan mulia dan tentu saja pekerjaan rumit, saya takut tidak bisa mengemban amanah dan menjerumuskan pada siswa saya nantinya.. hehehe. Tapi Impian tersebut akan tetap akan ada dalam diri saya, sampai suatu hari nanti saya siap lahir bathin dengan menyandang profesi tersebut… (aamiin).

Maju terus pendidikan Indonesia, stop komersialisasi dalam pendidikan, dan tanamkan jiwa mengajar untuk para Guru dan dosen…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s